Kenapa Harga Barang di Shein Murah? Ini Rahasianya
Shein selama ini dikenal sebagai brand fashion yang memiliki harga relatif murah dan terjangkau. Bagaimana tidak, mulai dari atasan, dress, celana, aksesoris, hingga berbagai produk fashion dijual dengan harga murah, tapi masih tetap mempertahankan model yang berganti mengikuti tren.
Bahkan, saking terjangkaunya, harga murah kini menjadi salah satu ciri yang melekat pada Shein. Reuters mencatat bahwa harga rendah menjadi salah satu faktor yang menarik semakin banyak konsumen ke perusahaan fast fashion tersebut.
Apa yang Membuat Harga Barang di Shein Murah?
Ternyata jawabannya tidak hanya berkaitan dengan lokasi produksi. Namun, ada sejumlah strategi bisnis yang memungkinkan Shein menekan biaya, sekaligus menawarkan produk dalam jumlah dan variasi yang sangat besar.
1. Shein Menggunakan Sistem Produksi On-Demand
Salah satu rahasia utama di balik harga Shein yang terjangkau adalah sistem produksi on-demand. Berbeda dengan model produksi konvensional yang memproduksi barang dalam jumlah besar, Shein justru memulai produksi dalam jumlah kecil.
Produk baru Shein biasanya dibuat dalam batch awal sekitar 100-200 unit per SKU. Selanjutnya, perusahaan akan melihat respons pasar, sebelum menentukan apakah produk tersebut perlu diproduksi kembali.
Jika permintaannya tinggi, pemasok dapat melakukan restock. Namun, jika produk kurang diminati, produksinya tidak perlu dilanjutkan dalam jumlah besar.
Strategi inilah yang membantu Shein mengurangi risiko memiliki terlalu banyak stok yang tidak terjual. Perusahaan mengklaim sistem ini membuat persentase inventori yang tidak terjual berada pada level satu digit.
Meski demikian, McKinsey juga mencatat model Shein sebagai contoh microproduction, yaitu produksi dalam jumlah kecil yang memungkinkan perusahaan menyesuaikan pasokan dengan permintaan pasar.
2. Produksi dalam Jumlah Kecil Mengurangi Risiko Stok Menumpuk
Dalam bisnis fashion, stok yang tidak terjual dapat menjadi beban biaya. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk bahan, produksi, penyimpanan, hingga distribusi, tidak berbanding lurus dengan keuntungan, karena belum tentu semua barang terjual.
Untuk itu, agar mengurangi risiko tersebut, Shein akhirnya menerapkan sistem test and learn. Alih-alih langsung memproduksi ribuan potong untuk koleksi terbaru, mereka justru menguji pasar dengan jumlah kecil terlebih dahulu.
Data penjualan kemudian digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya. Cara ini membuat perusahaan dapat mengalokasikan produksi lebih banyak pada produk yang memang memiliki permintaan. Sedangkan desain yang kurang diminati dapat dihentikan, tanpa meninggalkan stok dalam jumlah terlalu besar.
Pengurangan kelebihan inventori ini dinilai Shein dapat membantu menekan biaya operasional bagi produsen, dan akhirnya memungkinkan produk dijual dengan harga yang lebih murah.
3. Rantai Pasok Shein Sudah Terdigitalisasi
Sistem produksi kecil tidak akan berjalan efektif tanpa rantai pasok yang cepat. Oleh karena itu, teknologi menjadi bagian penting dari model bisnis Shein.
Mereka menghubungkan pemasok dengan sistem digital yang memberikan informasi mengenai permintaan, perencanaan produksi, serta kondisi rantai pasok. Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk menentukan produk mana yang perlu ditambah, dan mana yang tidak perlu diproduksi kembali.
Reuters juga melaporkan bahwa Shein menggunakan sistem manufaktur on-demand untuk meningkatkan produksi barang yang populer, dan menghentikan produk yang tidak mendapatkan respons sesuai harapan. Dengan kata lain, keputusan produksi tidak hanya bergantung pada perkiraan tren beberapa bulan sebelumnya.
4. Tidak Mengandalkan Pabrik Milik Sendiri
Hal menarik lainnya dari model bisnis Shein adalah sistem produksinya. Shein tidak memproduksi seluruh pakaian melalui pabrik milik perusahaan sendiri.
Reuters melaporkan bahwa perusahaan bekerja sama dengan ribuan produsen kontrak pihak ketiga. Melalui jaringan tersebut, SHEIN dapat memberikan pesanan kepada pemasok berdasarkan kebutuhan produksi.
Sistem pemasok yang terhubung secara digital juga memungkinkan perusahaan merespons perubahan permintaan dengan lebih cepat. Efisiensi muncul dari kombinasi jaringan pemasok, teknologi, pesanan dalam batch kecil, serta kemampuan perusahaan menyesuaikan produksi berdasarkan produk yang benar-benar diminati konsumen.
5. Bisnis Shein Sejak Awal Berbasis Online
Model bisnis Shein memang berbeda dengan retailer fashion tradisional yang jaringan toko fisik di berbagai negara atau wilayah. Hal inilah yang membuat kamu tidak dapat menemukan toko Shein di Indonesia atau negara lainnya.
Saat ini, penjualan Shein hampir seluruhnya dilakukan secara online. Hal tersebut juga memungkinkan perusahaan mengurangi sejumlah biaya yang biasanya masuk ke dalam biaya operasional toko fisik.
Toko konvensional membutuhkan lokasi, staf, perlengkapan toko, hingga pengelolaan stok di berbagai cabang. Sementara model online-first memungkinkan barang dipasarkan melalui platform digital, tanpa harus membuka toko permanen di setiap wilayah pemasaran.
Meski SHEIN beberapa kali menghadirkan pop-up store di berbagai negara, kanal digital tetap menjadi bagian utama dari bisnis perusahaan.
6. Shein Menggunakan Data untuk Membaca Permintaan Konsumen
Kecepatan Shein menghadirkan produk juga berkaitan dengan cara perusahaan menggunakan data. Melalui model on-demand, informasi mengenai minat dan pembelian konsumen digunakan sebagai sinyal permintaan.
Shein menjelaskan bahwa data tersebut diteruskan kepada mitra pemasok melalui sistem rantai pasok digital. Artinya, perusahaan dapat mengetahui produk mana yang mendapatkan respons positif setelah diluncurkan dalam batch kecil.
Kemampuan membaca permintaan dengan cepat inilah yang membantu SHEIN menjaga siklus produk tetap singkat, sekaligus mengendalikan inventori.
7. Skala Bisnis yang Besar Membantu Sistem Berjalan Efisien
Faktor lainnya adalah skala operasi SHEIN yang sudah sangat besar. McKinsey mencatat pendapatan perusahaan meningkat dari sekitar USD 23 miliar pada 2022 menjadi sekitar USD 38 miliar pada 2024.
Dalam skala sebesar itu, SHEIN dapat mengoperasikan jaringan pemasok dan sistem teknologi untuk mendukung produksi dalam jumlah besar secara keseluruhan, meskipun masing-masing desain dimulai dengan batch kecil.
Model ini menarik karena SHEIN tidak harus memilih antara menyediakan banyak desain dan langsung memproduksi setiap desain dalam jumlah besar. Mereka dapat menawarkan banyak pilihan, menguji permintaan, lalu memperbesar produksi hanya untuk produk yang mendapat respons pasar.
Jadi, Kenapa SHEIN Bisa Menjual Produk dengan Harga Murah?
Harga SHEIN yang relatif murah bukan berasal dari satu faktor saja. Model bisnis perusahaan dibangun dengan menggabungkan produksi on-demand, batch awal yang kecil, pengelolaan inventori berbasis permintaan, rantai pasok digital, jaringan pemasok pihak ketiga, dan penjualan yang sebagian besar dilakukan secara online.
Kombinasi tersebut membantu perusahaan mengurangi risiko kelebihan stok serta sejumlah biaya operasional yang biasa ditemukan pada model retail konvensional.
Meski demikian, harga murah tidak selalu berarti setiap produk memiliki kualitas yang sama. Material, konstruksi pakaian, ukuran, dan kualitas produk dapat berbeda antara satu barang dengan barang lainnya. Oleh karena itu, konsumen tetap perlu memeriksa detail produk sebelum membeli, ya.
Nah, jika kamu tertarik dengan barang-barang Shein, sayanya brand tersebut masih belum bisa dikirim ke Indonesia. Meski demikian, kamu tidak perlu khawatir, karena saat ini terdapat banyak jasa titip yang bisa dipakai, salah satunya adalah Kargoo.
Kargoo merupakan jasa titip (jastip) yang bisa kamu pakai jika ingin membeli barang dari Shein. Menariknya, Kargoo menyediakan dua cara yang bisa dipilih jika kamu ingin menggunakan jasa titip mereka.
Pertama, Kargoo menyediakan jasa untuk membelikan barang yang kamu inginkan di Shein. Kamu cukup memberikan link/keranjang belanja Shein yang diinginkan, kemudian akan diproses untuk dibelikan oleh pihak Kargoo.
Setelah barang terbeli, nantinya pihak Kargoo akan memprosesnya dari gudang di Singapura untuk dikirim ke gudang di Indonesia. Biaya jastipnya juga terjangkau, hanya 10 persen dari total pembelian di Shein. Namun, harga tersebut belum termasuk ongkos kirim hingga pajak impor, ya.
Selain itu, Kargoo juga menjamin paket kamu aman sampai ke gudang tanpa kendala. Setiap paket yang dikirim sudah diasuransikan, dibandingkan pembelanjaan mandiri, sehingga kamu tidak perlu khawatir belanjaanmu tidak sampai.
Kedua, cara yang paling banyak dipakai adalah memesan lewat situs global, misalnya versi Singapura (sg.shein.com). Kamu bisa belanja melalui website Shein Singapura, lalu mengirim barang ke gudang atau warehouse forwarder seperti Kargoo. Dari sana, Kargoo akan meneruskan paketmu ke Indonesia.
Bagaimana, semakin kepengin belanja baju-baju lucu di Shein?

